Membuat HORMON METILTESTOSTERON, dari Testis SAPI
Testis sapi yang selama ini menjadi limbah, ternyata kaya testosteron. Berdasarkan uji radio immuno assay (RIA) memakai yodium-125, ekstrak jaringan testis sapi mengandung kadar testosteron lebih tinggi ketimbang mencit, domba, dan kambing. -Jumlahnya sekitar 30% lebih tinggi daripada domba dan kambing,- kata Dra Adria PM, peneliti sex reversal dari BATAN. Tingginya konsentrasi menunjukkan jumlah hormon androgen penghasil sel jantan lebih banyak.Hormon metiltestosteron dibuat dengan cara mengiris-iris testis sapi menjadi kepingan-kepingan kecil seukuran 5 cm. Potongan itu lantas dioven pada suhu 60o C. Setiap 100 g tepung testis ditambahkan metil alkohol 70% sebanyak 50% dari total volume.
Hormon yang telah jadi diaplikasikan dengan cara dipping (rendam, red) dan oral. Namun, menurut Adria hasil terbaik jantanisasi diperoleh dengan cara perendaman larva berumur 3-10 hari. Saat itu kelamin jantan dan betina larva belum terbentuk. Itu pula yang diterapkan Muchsin saat 'mengubah' kelamin larva umur 7 hari dalam akuarium berukuran 100 cm x 30 cm. Muchsin mencampur 50 g hormon ke dalam 400/l air selama 18 jam. Larutan dituangkan ke dalam bak berisi larva. Bak pembenihan berukuran 3 m x 2 m itu disekat menjadi 5 bagian.
Kelamin ikan sudah dapat dibedakan secara kasat mata 2-3 minggu kemudian. Jantan bertubuh panjang dan betina perutnya buncit. 'Hasil yang didapat 95% jantan,' ujar Muchsin. Agar pertumbuhannya lebih cepat, burayak-burayak itu diberi pakan berupa campuran pelet dan hormon metiltestosteron. Dosisnya 200 cc hormon cair diaduk merata untuk 1 kg pelet. Pakan itu diberikan selama 7 hari berturut-turut setiap pagi dan sore. -Bibit sepanjang korek api, hanya butuh waktu pemeliharaan 2 bulan; umumnya 4 bulan,- kata Muchsin.

0 komentar: