TERBARU

Kita diciptakan Allah sengan bahan material yang sama satu sama lain, tidak ada yang beda sama sekali yang membedakan adalah Amalan kita sewaktu kita di berikan kesempatan untuk hidup ini, maka jangan sia-siakan HIDUPMU

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Pahatan INDAH jika terdapat lebih satu orang yang Bersatu Padu dalam Memahatnya

Malam ini saya ingin sharing terkait diskusi saya pergi dengan ibu, terkait MEMBINA KELUARGA cerita ini belum pernah saya dengar dari dulu sampai sekarang dari kecil sampai sekarang usia saya menginjak umur 23 tahun kisah ini terkait dengan KELUARGA HARUS SALING SUPORT, ketika itu ibu sudah membuka jasa penjahitan baju sebagai usaha sampingannya karena sudah mempunyai 2 orang anak, lalu bapak bertanya kepada Ibu "anakmu ikut lanang-lanang mosok gak iso jahit lanang"
lalu ibu berfikir bagaimana bisa menjahit pakaian laki laki tapi karena memang ibu tidak begitu bisa akhirnya ibu melupakan kata-kata tersebut tapi, bapak tidak tinggal diam bapa mencoba membongkar celananya sampai menjadi lembaran-lembaran kain berbentuk celana, akhirnya diberikanlah kain tersebut kepada ibu sebagai contoh bagaimana membuat celana dan JANJI bapak pada ibu "wes ta gaweanmu mesti tak ngo" dan ketika itu celana yang jadi celana menurut ibu JELEK tapi karena JANJI seorang suami kepada istrinya celana yang dibuat oleh ibu itu dipakai oleh bapak kemana mana tanpa malu tanpa ragu, karena wujud support seorang suami pada istri tapi ibu dengan itu ibu ingin belajar dan terus belajar kapan ibu pernah mencuri-curi waktu untuk membuatkan celana bapak yang lebih bagus dan lebih rapi kebetulan itu mempunyai paman akhirnya ibu mencoba memberanikan diri untuk minta bantuan kepada pamannya dalam membuat celana untuk suaminya hasilnya bagus dan ibu saya sangat senang tapi itu tidak melegakan hati seorang ibu, karena itu bukan buatannya sendiri akhirnya ibu meminta bantuan kepada pamanya untuk dibuatkan mal pakaian Laki-Laki sampai sekarang mal tersebut masih ada dan alhamdulillah dengan mesin jahit itulah kami anak-anak dari bapak dan ibu ini bisa sekolah sampai perguruan tinggi

IBROH DARI KISAH INI
PASTI ADA ISTRI HEBAT DI BELAKANG SUAMI DASYAT
DAN BEGITU PULA SEBALIKNYA
PASTI ADA SUAMI HEBAT DI BELAKANG ISTRI DASYAT

ARTINYA
Jika mengarungi bahtera rumah tangga, suami istri itu wajib untuk saling support.
Karena dalam rumah tangga itu ibarat buah kayu yang dipahat semakin banyak pikiran kreatif yang dituangkan dalam kayu tersebut, maka akan semakin indah PAHATAN dalam kayu itu, seperti halnya berkeluarga jika seorang suami dan istri itu bisa bersatu perpaduan dalam membina bahtera rumah tangga maka akan sangat indahlah KELUARGA ITU

KAMI SAYANG BAPAK DAN IBU
dan KAMI mohon doanya agar bisa membina keluarga yang seperti Bapak dan Ibu bina

Semoga dapat Menginspirasi meskipun saya sendiri belum menikah


Jumat, Januari 24, 2014 Diposting oleh Unknown 0

Minggu, 19 Januari 2014

KETIKA CINTA HARUS MEMILIH


Kalau kau datangHatiku senangBerbunga bunga
Bulan dan bintangTerangi malamSehabis hujan
Saling bicaraTukar ceritaBerbagi rasa
Aku disiniTetap di tepiMasih bernyanyi
Dunia sedang dilanda kalutAlam semesta seperti merintihKau dengarkah?
Aku tak bisaUntuk tak peduliHati tersiksa
Aku bersumpahUntuk berbuatYang aku bisa
Harus ada yang dikerjakanAgar kehidupan berjalan wajarHidup hanya sekali wahai kawanAku tak mau mati dalam keraguan
Kalau kau datang( 15 Juli 1996- Iwan Fals)

Bismillahirrahmanirrahim..

Ketika kita dihadapkan pada dua pilihan,
Maka kesetiaan yang akan diuji.
Butuh iman yang kuat untuk mempertahankannya
apalagi ketika dua pilihan itu sama baiknya….

Disini kita akan mengerti arti dari mempertahankan
karena sungguh memertahankan lebih sulit dari pada mendapatkan…

Namun ketika keinginan tak seperti yang kita harapkan,kita harus terus bersabar dan ikhlas…
Tidak semua yang kita inginkan bisa tercapai.
ALLAH tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
Kerana yang terbaik bagimu belum tentu baik dimata ALLAH .

Ya Rabb…
Ketika cinta harus memilih,
Pilihkan aku pada orang yang melabuhkan cintanya kepada_Mu.
Yang mencintai Rasul utusan_Mu.
Yang berpedoman pada Kitab_Mu.
Agar semakin bertambah kecintaanku Kepada_Mu ya Rabb..

Ya Rabb…
Ketika cinta harus memilih,
Izinkan aku untuk mengabdi kepada seseorang yang Kau takdirkan untuk ku dan
Hanya ku berikan cinta ini untukmu Wahai Calon Imam ku,
Kuselipkan setiap bait doa untukmu dalam istiqarah cintaku.
Allah yang akan mempertemukan kita.
Sungguh aku hanya ingin mencintaimu kerana ALLAH ..
Aamiin...

Sumber :  https://www.facebook.com/kata2hikmah.new
Minggu, Januari 19, 2014 Diposting oleh Unknown 0

Minggu, 05 Januari 2014

"LELAKI" CEMBURU??? Bersyukurlah

Kalau suami cemburu pada bersyukur ya, untuk para perempuan karena dia masih sayang kau,... hehehe tapi ingat untuk suami, bukan statusnya gebetan atau apapun itu hanya satu kata SUAMI.
silahkan baca semanjutnya
Salah satu sifat lelaki yang saleh adalah pecemburu. Karena hal itu mengisyaratkan adanya perasaan cinta. Islam memuji lelaki yang memiliki rasa cemburu dan mencela orang yang tidak memilikinya.
Selain menganjurkan rasa cemburu, Islam juga memberikan batas-batasnya. Yang mana bila batas-batas ini dilanggar, rusaklah kebahagian rumah tangga. Suami yang saleh harus mampu memahami hal ini, agar dapat mewujudkan kehidupan yang sakinah, mawadhah, dan rahmah. Seperti dalam sabda Rasulullah saw dari Abu Hurairah: ”Allah itu pecemburu dan seorang mukmin juga pecemburu. Kecemburuan Allah itu bila ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan-Nya”. (HR. Bukhari).
Dari Ibnu Mas’ud ra. berkata, Sa’d bin Ubadah berkata, ” Kalau ketahuan ada seorang lelaki bersama istri saya, akan saya potong lehernya dengan pedang sebagai sangsinya.”   Bersabda Rasulillah saw. : ” Herankah kalian dengan cemburunya Sa’ad itu? Ketahuilah bahwa saya lebih cemburu dari padanya. Demi Allah saya cemburu karena kecemburuan Allah terhadap perbuatan keji, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi ” (HR. Bukhari)
Memang haruslah demikian agar seorang mukmin mempunya sifat dan berperangai ilahiyah dan nabawiyah ini. Adapun orang yang tidak mempunyai rasa cemburu, dia tidak dapat menjaga kehormatan istrinya. Ia acuh tak acuh ketika  istrinya bersolek dan memakai parfum untuk pergi ketempat umum, memamerkan rambutnya, memperlihatkan tubuhnya atau auratnya, memamerkan foto-foto narsisnya di akun fb atau yang lain, dan berbicara dengan dibuat-buat agar menarik perhatian atau membuat status dan berkomentar d fb dengan ungkapan yang tidak pantas (sebagai seorang istri).
Perbuatan seperti itu adalah perbuatan tercela sebagai mana dalam sabda Rasulillah saw : ” Tiga golongan yang tidak bakal masuk surga: orang yang durhaka terhadap bapak ibunya, Duyuts ( Orang yang tidak mempunyai rasa cemburu), dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” ( HR. Nasai dan Hakim).
Sumber : http://cyberdakwah.com
Minggu, Januari 05, 2014 Diposting oleh Unknown 0

Kamis, 02 Januari 2014

"LELAKI" CEMBURU??? Bersyukurlah

Kalau suami cemburu pada bersyukur ya, untuk para perempuan karena dia masih sayang kau,... hehehe tapi ingat untuk suami, bukan statusnya gebetan atau apapun itu hanya satu kata SUAMI.
silahkan baca semanjutnya
Salah satu sifat lelaki yang saleh adalah pecemburu. Karena hal itu mengisyaratkan adanya perasaan cinta. Islam memuji lelaki yang memiliki rasa cemburu dan mencela orang yang tidak memilikinya.
Selain menganjurkan rasa cemburu, Islam juga memberikan batas-batasnya. Yang mana bila batas-batas ini dilanggar, rusaklah kebahagian rumah tangga. Suami yang saleh harus mampu memahami hal ini, agar dapat mewujudkan kehidupan yang sakinah, mawadhah, dan rahmah. Seperti dalam sabda Rasulullah saw dari Abu Hurairah: ”Allah itu pecemburu dan seorang mukmin juga pecemburu. Kecemburuan Allah itu bila ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan-Nya”. (HR. Bukhari).
Dari Ibnu Mas’ud ra. berkata, Sa’d bin Ubadah berkata, ” Kalau ketahuan ada seorang lelaki bersama istri saya, akan saya potong lehernya dengan pedang sebagai sangsinya.”   Bersabda Rasulillah saw. : ” Herankah kalian dengan cemburunya Sa’ad itu? Ketahuilah bahwa saya lebih cemburu dari padanya. Demi Allah saya cemburu karena kecemburuan Allah terhadap perbuatan keji, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi ” (HR. Bukhari)
Memang haruslah demikian agar seorang mukmin mempunya sifat dan berperangai ilahiyah dan nabawiyah ini. Adapun orang yang tidak mempunyai rasa cemburu, dia tidak dapat menjaga kehormatan istrinya. Ia acuh tak acuh ketika  istrinya bersolek dan memakai parfum untuk pergi ketempat umum, memamerkan rambutnya, memperlihatkan tubuhnya atau auratnya, memamerkan foto-foto narsisnya di akun fb atau yang lain, dan berbicara dengan dibuat-buat agar menarik perhatian atau membuat status dan berkomentar d fb dengan ungkapan yang tidak pantas (sebagai seorang istri).
Perbuatan seperti itu adalah perbuatan tercela sebagai mana dalam sabda Rasulillah saw : ” Tiga golongan yang tidak bakal masuk surga: orang yang durhaka terhadap bapak ibunya, Duyuts ( Orang yang tidak mempunyai rasa cemburu), dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” ( HR. Nasai dan Hakim).
Sumber : http://cyberdakwah.com
Kamis, Januari 02, 2014 Diposting oleh Unknown 0

Memaknai CINTA Kepada yang punya SEGALA CINTA

Di jumat penuh cinta, saya mau berbagi artikel terkait CINTA, CINTA kali ini bukanya CINTA biasa tapi, CINTA KEPADA SANG PENCIPTA
Makna Cinta Masih Relatif
Tentang makna cinta mungkin sudah banyak yang menjelaskannya, meski penjelasan itu belum mampu memaknai cinta yang dikendaki oleh orang-orang. Sebab, cinta itu bersifat relatif; tergantung orang yang merasakannya. Orang yang merasakannya tergantung pada sikapnya. Orang yang menyikapinya tergantung pada kemampuan logikanya.
Oleh sebab itu, makna cinta itu diartikan sesuai apa yang dirasakan oleh orang-orang. Jika mereka merasakan cinta itu membuat mereka bahagia, maka cinta diartikan keindahan. Sebaliknya, jika mereka merasakan cinta itu membuat mereka tersiksa, maka cinta diartikan penderitaan. Jadi, makna cinta itu masih bersifat relatif.
Namun, jika cinta terlepas dari sifat relatif itu, maka cinta sebenarnya memiliki makna yang sama sekali jauh dari pemaknaan orang-orang. Orang-orang memaknai cinta itu sesuai apa yang mereka rasakan. Sementara apa yang mereka rasakan sesuai pola mereka menyikapi cinta dan itu berdasarkan pada logika yang sama sekali masih belum memahami cinta. Sehingga mereka memaknai cinta sekehendaknya sendiri.
Cinta Alasan atau Karena
Membahas masalah makna cinta mungkin tidak akan menemukan makna yang pas. Sebab, sebenarnya orang-orang memaknai cinta berdasarkan alasan-alasan yang mereka buat sendiri. Alasan-alasan itulah yang seolah membuat mereka memahami makna cinta. Sehingga begitulah makna cinta (sementara), sebagaimana yang telah dipaparkan di atas.
Berbicara tentang alasan-alasan yang biasanya diajdikan dasar untuk mencintai, sepertinya sangat penting. Sebab, sebagian orang menganggap cinta itu tergantung pada alasannya. Artinya, cinta itu akan tumbuh jika alasan itu ada, cinta itu akan utuh jika sesuai dengan alasannya, dan cinta akan punah jika alasan itu sirna.
Alasan-alasan itu semisal, jika ada seseorang mencintai dengan alasan kecantikannya, maka itu diartikan cinta karena fisik, ada yang mengatakan cinta karena nafsu. Jika ada yang mencintai dengan alasan hartanya, maka itu diartikan cinta karena materi. Jika ada yang mencintai karena akhlaknya yang baik, pengetahuannya yang luas, dan ibadahnya yang istiqamah, maka itu diartikan cinta karena kekaguman.
Alasan-alasan cinta di atas yang dimaksud cinta akan tumbuh dan utuh jika alasan-alasan tersebut ada. sebaliknya, jika alasan-alasan tersebut tidak ada maka cinta tak akan tumbuh, dan jika tumbuh lalu alasan itu tidak ada maka cinta akan hancur.
Oleh sebab itu, banyak yang tidak ingin alasan cinta bukan karena alasan-alasan di atas, melainkan mereka berharap cinta karena memang cinta. Adakah yang bisa seperti ini? Tidak perlu memikirkan jawabannya. Yang perlu kita pikirkan adalah harapan kita dulu. Kita berharap dicintai karena cinta atau berusaha mencintai karena cinta? Harapan ini sepertinya lebih diminati oleh pihak yang dicintai. Dia (yang dicintai) berharap dirinya dicintai karena memang cinta. Sementara dirinya tidak pernah berusaha untuk mencintai karena memang cinta. Jika hal ini bisa diusahakan, maka jawaban di atas akan terjawab dengan usaha itu.
Ada lagi alasan mencintai yang mungkin lebih dianggap cinta sejati dan hakiki. Yaitu mencintai karena Allah. Pemahaman sementara yang menjadi dasar bagi alasan ini adalah mencintai bukan karena fisik, materi, kekaguman, dan nafsu. Mungkin juga bukan mencintai karena cinta. Akan tetapi, maksud alasan mencintai karena Allah adalah mencintai semata-mata karena ingin mendapatkan rido Allah.
Ciri-ciri Cinta Karena Allah
Mungkin sebagian besar orang merasa sangat sulit atau bahkan mustahil mencintai karena Allah. Sebab mereka memahami mencintai karena Allah atau mencintai semata-mata karena ingin mendapatkan rido Allah, itu harus lepas dari alasan karena fisik, materi, kagum, dan nafsu. Padahal maksud mencintai karena Allah, sebenarnya tidak begitu. Jika harus lepas dari itu semua, berarti harus membuang fitrah atau qudrah seorang manusia. Yang namanya manusia pasti tidak akan lepas dari itu semua, khususnya ketika hendak mencintai seseorang.
Lalu bagaimana caranya untuk mencapai cinta karena Allah? Cinta karena Allah merupakan maksud dari pencapaian untuk mendapatkan rido Allah. Untuk mendapatkan rido Allah sudah pasti ada caranya. Cara tersebut adalah melakukan setiap sesuatu sesuai syari’at Allah. Dalam hal cinta, Allah sudah menyediakan cara untuk meraih cinta karena Allah. Yaitu pernikahan. Allah men-syari’at-kan pernikahan sebagai cara bagi anak manusia untuk meraih cinta karena Allah.
Jadi, cirri-ciri mencintai karena Allah adalah ada niat untuk menikah, meskipun ada embel-embel karena fisik, materi, kagum, atau bahkan nafsu. Sebenarnya embel-embel inilah yang membuat anak manusia ada keinginan menikah. Selain itu, memang qudrah dan fitrah manusia.  Hal ini mungkin bagi mereka yang baru mulai menjalin cinta, dan sudah masuk usia layak menikah atau sudah siap menikah. Namun, bagi selain yang tidak layak atau siap menikah, mereka menjalin cinta tidak ada niatan menikah. Mereka menjalin karena ingin happy bersama pasangannya, karena takut dibilang gak gaul, takut dibilang jomblo, dan takut dibilang tidak laku.
Bagi mereka yang sudah menikah, mereka bisa dianggap mencintai karena Allah, jika mereka mampu menjalani rumah tangganya sesuai aturan syari’at Allah; melaksanakan kewajiban dan memenuhi suatu hak dalam rumah tangga, baik sebagai suami atau istri. Untuk mendapatkan rido Allah, kan harus melaksanaka sesuatu harus sesuai syari’at Allah.
Ada yang benar-benar mencintai karena Allah, yaitu dia yang menikah tanpa ada rasa cinta bahkan suka pun tidak ada, tetapi dia mampu menjalani rumah tangganya dengan tetap sesuai aturan syari’at Allah. Mungkin ini bagi mereka yang pernikahannya karena dijodohkan. Jadi, jika engkau benar-benar ingin meraih cinta karena Allah, menikahlah dengan orang yang tidak engkau cintai dan jalanilah kehidupan rumah tangga sesuai aturan syari’at Allah. Bisa gak, ya???

SUMBER : cyberdakwah.com
Kamis, Januari 02, 2014 Diposting oleh Unknown 0

PILIHLAH ORANG YANG PEDULI PADAMU


SUGENG ENJING SEDOYO PAMIARSO BLOG MENIKOKAWULO BADE NGATORAKEN SERATAN ENGKANG KULO WAOS SAKENG FACEBOOK
(belajar bahasa jawa)

Yuk mari di jumat yang mubarok ini, semoga tulisan ini dapat menambah kafaah kelimuan sengan seri CINTA

Pilihlah seseorang :
Yang mampu merasakan kesedihanmu..
Yang mampu mengerti pikiranmu disaat engkau terdiam..
Yang mampu merasakan kasih sayangmu disaat kemarahanmu…

Karena dialah yg akan bisa mengerti tentang dirimu..
Terkadang engkau harus berlari jauh.
Agar engkau tahu siapa yg akan
datang kepadamu..
Terkadang engkau harus berbiacara pelan..
Agar engkau tahu siapa yg
masih mau mendengarkanmu..

Terkadang engkau harus melibatkan diri dalam sebuah perbedaan..
Agar engkau tahu siapa yg masih akan membelamu..

Terkadang engkau harus mencoba mengambil keputusan yg kurang tepat..
Agar engkau tahu siapa yg akan menunjukanmu keputusan yg benar..

Terkadang engkau harus melepaskan orang yg sangat engkau cintai..
Agar engkau tahu apakah dia akan kembali setia disisimu..
Kamis, Januari 02, 2014 Diposting oleh Unknown 0