TERBARU

Kita diciptakan Allah sengan bahan material yang sama satu sama lain, tidak ada yang beda sama sekali yang membedakan adalah Amalan kita sewaktu kita di berikan kesempatan untuk hidup ini, maka jangan sia-siakan HIDUPMU

Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Desember 2013

Traveling Murah ala @udayusuf

[PERINGATAN]
Jangan di teruskan Kalau masih minta uang ke Orag tua dengan kondisi PAS-PASAN, dan kalau masih Bekerja di tempat orang alias Belum Wirausaha BISA JADI TEKOR DAN GAK SERU LIBURANNYA
YUK SIMAK!!!
TENTUKAN ALASAN TRAVELING
1. ketahuilah alasan kenapa kamu mau melakukan perjalanan. dulu saya dan istri ke turki; alasannya pengen belajar sejarah Islam. jelas.
2. kami tau kalau turki ada banyak sejarah hegemoni Islam. jadi itu menjadi alasan mendasar. oke lalu kita cari tau, ada apa di turki?
3. ada apa ya termasuk tempat menarik; karakter orangnya; makanan khasnya; budaya unik nya; dan pola kehidupannya. kita riset awal gt lah
LAKUKAM RISET
4. riset ini penting buat anak muda sblm traveling. karena kita melihat dunia buat belajar. bukan buat koleksi foto, update facebook, dll
5. dengan riset, kita bisa tau, refleksi dan hikmah perjalanan apa yang mau kita raih selama melakukan perjalanan. makna apa yg kita cari?
6. dulu kami melihat, selain mesjid biru/hagia sofia; turki punya sejarah dgn al fatih nya, lalu dinamika di bosphorus, dan kampus tua nya
7. sehingga kami bersepakat di tempat2 spt itu kita harus habiskan waktu lebih banyak;diskusi dengan orang-orang,dan lihat jejak sejarah..
8. ada tempat namanya pamukkale di turki; bekas runtuhan romawi. saya sama istri habiskan 3 jam duduk di taman sambil bahas sejarah
9. taman nya di puncak gunung traventine. jadi eksotismenya dapet, sejarahnya dapet, refleksi makna nya dapet, romantisnya juga dapet hehe
10. di bosphorus, saya dan istri justru membahas bagaimana Islam bisa runtuh sambil nyeruput teh turki yg terkenal. ada kesan mendalam.
11. dalam perjalanan antar kota di turki, kita naik bus. di perjalanan kita coba ngobrol dgn sesama penumpang atau orang kedai kopi
12. kita cari tau apa pandangan mereka ttg dunia saat ini, tentang Indonesia, tentang pendidikan anak, tentang Islam. wah seru deh.
13. di kota goreme-cappadocia. kita datangi open air museum. itu tempat umat nasrani buat gereja di balik batu. ada kisah mendalam disana.
14. kita pengen tau, bagaimana umat nasrani turki melihat Islam dan sebaliknya. kenapa harus buat gereja di balik batu/goa. seru lah ilmunya
15. jadi buku panduan yg kita punya, jangan dijadikan checklist, tapi dijadikan landasan sblm tentukan apa yg mau dipelajari.
16. catatan perjalanan kami ke turki bisa ditengok di blog saya dengan tautan berikut >> http://ridwansyahyusufachmad.com/bulan-madu-turki/
17. nah saya dan istri agak gak yakin, masa sih subuh jam 3 pagi. trus ada tulisna sunrise jam 5. kita pikir ini kali subuhnya jam 5 hehe
18. maklum pertama kali pake islamicfinder; jadilah kita gaptek dan pasang alarm jam 5 pagi. eh ternyata mentari sudah benderang wkwkwk
19. bsk nya ke mesjid nanya, itu subuh bener jam 3 pagi. katanya emang bener. hehe maklum blm pernah ke negara 4 musim dulu soalnya hahaha
20. nah kadang hal konyol seperti ini jadi kisah menarik tersendiri dalam perjalanan kamu. menemui hal baru, termasuk jam subuh nya hehe
MENENTUKAN ITINERARY
21. nah tips selanjutnya itu menentukan itinerary, kamu hrs kenal istilah ini nih biar agak keren gt kan ceritanya.
22. pertama dalam mencari tiket pesawat; saran saya sih langsung ke website maskapai nya; itulah harga termurah. jangan pake travel hehe
23. kan harus pakai credit card? iya memang, kalau bisa ya pinjem aja CC kenalan/relasi. lumayan hemat harga banget soalnya.
24. di bandara dan maskapai, CC tidak di cek kok setau saya. dunia udah datar, gak peduli dibayar siapa yg penting lunas dan nama bener
25. gunakan mesin pencari tiket murah spt expedia atau farecompare utk search awal. setelah tau mana yg murah, beli di situs maskapainya
26. kalau kamu search harga pakai laptop, biasakan selalu hapus history browsing dan cookies agar harga ttp normal.
27. maksudnya apa? internet detect IP address kita dan cenderung naikkan harga di search kedua ketiga. jadi hapus cookies biar bersih
28. tiket murah biasanya ya bukan pas peak season cem akhir tahun dan musim panas. yah tengok tengok dunia nya jangan pas waktu tsb.
29. saat peak season, semua harga naik, termasuk penginapan bahkan restoran. jadi hindari pergi di waktu tsb. hemat anggaran banget hehe
30. kalau ke timur tengah, eropa, dan afrika; saran saya pakai maskapai timteng spt qatar emirates dan etihad. mereka dijamin murah.
31. kenapa 3 maskapai ini bisa murah? krn mereka subsidi fuel surcharge yg merupakan komponen paling mahal dr tiket. yah negara minyak sih
32. nyari tiket murah ini emang urusan garis tangan.dulu kami dpt ke turki PP berdua 8 juta. pulangnya di upgrade bonus ke bisnis class pula
33. nah gimana urusan penginapan. pilihan buat anak muda ya hostel, dorm, atau bed and breakfast. ini murah2 lah.
34. hostel ini biasanya btknya cem hotel tp under standard lah. tp nyaman kok. saya kalau dgn keluarga ya pake ini.
35. berhubung istri berjilbab dan skrg juga punya anak.saya selalu tinggal di hostel yg private bathroom. agar terjaga hijab kita :-) #sikap
36. tapi ya buat muda mudi, saya kira tinggal di dorm atau bed and breakfast juga oke kok. itungannya bayar per kasur.
37. standar eropa, satu bed bisa cuma 10 euro loh. itu kadang termasuk sarapan pagi yg sangat layak. plus wifi gratis. asik bener lah
38. asiknya tinggal di dorm, B&B, hostel adalah kita bisa berinteraksi dgn penjelajah dunia lainnya. belajar dr mereka dan perluas relasi
39. anak muda dr berbagai dunia biasanya ya tinggal di opsi penginapan ini. di common room biasanya kita bisa saling mengenal
40. kalau bule bule tuh bisa satu pekan di penginapan tuh, setiap hari ya kerjaannya interaksi dgn penduduk lokal. belajar ttg kehidupan
41. nah kalau kamu traveling rombongan, sebutlah ber 4, 6, atau 8. biasanya ada satu kamat yg sediakan kasur sejumlah tsb. pilih yg itu aja
42. opsi lainnya ya nebeng di rumah temen hehe. lumayan hemat duit, bisa numpang nyuci, nebeng masak. di amrik saya begitu tuh hehe
43. tapi ya pastikan temen kamu ini kenal baik sama kamu dan jangan kelamaan juga kali ya nebengnya. gak enak juga kan merepotkan hehe
44. pesen penginapan bisa di hostelworld atau booking .com ; tinggal pilih kota, lokasi, dan budget. bisa langsung pesan tanpa DP.
45. sebenarnya kalau udah biasa traveling tuh kita bisa aja buka jadi agen wisata loh. krn urusan pesan tiket dan penginapan online semua
46. untuk transportasi lokal, biasakan jalan kaki dan dgn transport publik. kita jadi bisa lebih mengenal karakter kota yg kita kunjungi.
47. ingat tujuan dr traveling adalah mengenal dunia dan belajar ttg kehidupan; bukan utk update path, check in foursquare hehe :-)
48. saya percaya kita semua berhak dan bisa melihat dunia. mulai di rencanakan, akan tiba masa nya kamu menjejaki dunia yg luas ini
49. semoga celotehan malam minggu ini bermanfaat utk kawan-kawan semua. mohon maaf utk salah kata dan kekurangan yg ada
50. lihatlah dunia selagi muda ! :-)  ...
Sabtu, Desember 28, 2013 Diposting oleh Unknown 0

[PENDAKI] Pelajaran Penting dari Korban Gunung Gede

Kasus kematian Shizuko penting dijadikan pelajaran. Karena dari tiga pendaki yang tewas dalam sepekan ini, Shizuko Rizmadhani, adalah pendaki yang termuda, baru menginjak 16 tahun.
Shizuko mengembuskan nafas terakhirnya di Kandang Batu (2.220 mdpl) atau pendakian menjelang puncak Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat, setelah terserang hipotermia. Siswi SMA Negeri 6 Bekasi itu diketahui meninggal Selasa (24/12/2013) malam.
Mahesa Vicky, tim sukarelawan dari Indonesian Green Ranger, yang ikut memindahkan korban mengatakan, dirinya mendapatkan informasi ada pendaki yang mengalami kedinginan hebat dan perlu pertolongan.
"Kami (petugas Ranger) dan tim relawan langsung menuju lokasi. Menurut rekan-rekannya, korban mulai kedinginan dari Senin (23/12/2013) malam, dan tim sudah berhasil mengevakuasi jenazah korban dari atas gunung," tutur Vicky.
Kok bisa kedinginan hebat? Apa tindakan teman-temannya? Bukankah korban tidak mendaki sendiri? Pun, apakah korban sebelumnya tidak siap mendaki kendati hanya ke Gunung Gede yang ketinggiannya cuma 3,019 meter di atas permukaan laut?
Cuaca ekstrem
Banyak pertanyaan dan pendapat bisa muncul melihat kasus ini. Benang merahnya, jelas sekali, bahwa di Gunung Gede yang tidak terlalu tinggi dan jaraknya hanya "sepelemparan batu" dari Jakarta, seorang pendaki muda bisa tewas hanya karena hipotermia. Nyatanya, gunung ini kembali makan korban.
Kok bisa? Tentu saja, bisa. Pertama, Desember bukan waktu yang baik untuk pendakian di gunung-gunung tropis Indonesia, terutama untuk pendaki pemula. Seperti diketahui, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di akhir musim transisi pada Oktober-Desember harus diwaspadai, serta kemungkinan intensitas curah hujan yang sangat tinggi pada bulan Januari - Februari 2014.
"Terkait intensitas hujan, sesuai prediksi BMKG bulan Oktober-Desember merupakan akhir dari musim transisi, dan puncak musim penghujan yang berkelanjutan serta tidak mengenal waktu dan intensitas diwaspadai terjadi pada Januari-Februari," ujar Kasubid Informasi BMKG, Harry Tirto kepada Antara.
Artinya, mendaki di masa-masa cuaca "tak bersahabat" seperti ini butuh ekstra perhatian, baik fisik, perbekalan, maupun peralatan. Pendaki profesional pasti tahu betul, mendaki di bulan Desember hingga Februari berisiko diterjang hujan dan angin setiap waktu. Kehilangan panas tubuh karena dihantam hujan dan dingin sepanjang hari adalah "musuh utama" mendaki di musim seperti ini.
Kedua, rencana pendakian. Tanpa perencanaan baik, selain tidak nyaman, mendaki di tengah cuaca buruk seperti ini risikonya nyawa. Matangnya perencanaan terkait erat dengan berat dan tidaknya rute pendakian, kebutuhan perbekalan, kesiapan fisik, peralatan dan sebagainya sepanjang waktu pendakian dilakukan. Nah, bagaimana persiapan korban dan teman-temannya sebelum mendaki Gunung Gede ini? Ini menjadi pertanyaan, karena diketahui korban pergi mendaki bersama 27 rekannya.
Seperti dilansir oleh sejumlah media, sulit mendeteksi kesiapan korban dan timnya dalam pendakian ini, mengingat mereka tidak membawa obat-obatan atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Soal penanganan kondisi korban yang melemah pun tidak diketahui.
Disepelekan
"Yang saya baca di koran, kondisi fisik Shizuko sudah melemah. Ditambah pula dia ditinggal sendirian di tenda sewaktu timnya summit attack (pendakian ke puncak). Itu tentu saja fatal, karena tidak ada teman korban yang tahu kondisi terakhir korban. Pertanyaannya, kenapa orang sakit ditinggal sendirian di tenda," tukas Andy Reezwandy (35), seorang pendaki gunung asal Jakarta.
Ia mengaku, Gunung Gede selama ini memang sudah terstigma sebagai rute pendakian untuk pemula. Bahkan, anak-anak di bawah usia 15 tahun kerap diajak orangtua atau sekolahnya mendaki ke gunung ini.
"Artinya, jadi seperti wisata saja. Apalagi ditambah dengan omongan kalau naik gunung sekarang ini sedang 'ngetrend'. Nah, akhirnya persiapan utama mendakinya malah banyak disepelekan orang. Itu bahayanya," kata Andy.
Faktor ketiga adalah persiapan fisik. Sampai saat ini, mendaki gunung masih masuk ke olahraga ekstrem. Terkait olahraga luar ruang, "bermain-main" di gunung berarti siap-siap berkawan dengan buruknya cuaca yang susah ditebak.
"Kembali lagi ke soal pengetahuan, pendidikan yang menjadi bekal si pendaki. Dengan pengetahuan yang dia punya, sudah barang tentu persiapan pendakiannya juga baik. Dia pasti tahu risiko yang akan dia hadapi, sudah dia ukur. Minimal siap menghadapi risiko itu, karena alam tidak bisa ditebak maunya," kata Adiseno, pendaki senior Mapala UI.
Di gunung apapun dan setinggi apapun, mendaki di musim penghujan ini butuh persiapan matang, kondisi fisik prima, serta peralatan dan perbekalan memadai. Tentu saja, semua itu berhulu pada pengetahuan pendakian yang dimiliki seorang pendaki. Pertanyaannya, sudahkah hal-hal utama ini dipenuhi maksimal oleh korban dan teman-temannya? Karena risikonya sudah langsung terjawab, korban meregang nyawa karena serangan hipotermia atau kehilangan suhu panas tubuh akibat basah dan kedinginan.
Jangan-jangan, soal hipotermia dan penyebabnya pun kita tak tahu dan tak mau tahu! Rasanya, inilah pelajaran berharga yang harus diambil mengingat masih banyak pendaki yang akan menuntaskan pendakiannya pada Desember hingga Februari nanti. Bukan sesumbar, tapi memang tak perlu takut mati karena punya kenginan mendaki, asalkan persiapan telah maksimal dipenuhi. Anda sudah siap?
Sabtu, Desember 28, 2013 Diposting oleh Unknown 0