TERBARU

Kita diciptakan Allah sengan bahan material yang sama satu sama lain, tidak ada yang beda sama sekali yang membedakan adalah Amalan kita sewaktu kita di berikan kesempatan untuk hidup ini, maka jangan sia-siakan HIDUPMU

Rabu, 08 Januari 2014

Dampak – Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional

Dalam Dewasan ini semakin maraknya isu yang muncul akan di bukanya perdagangan Internasional pasti akan terdapat danpak positif dan negatif sehingga perlu di antisipasi lebih dulu, berikut dampak yang timbul karena adanya perdagangan Internsional
     Dampak Positif    
Dampak positif perdagangan internasional merupakan keuntungan yang bisa diraih oleh Indonesia demi kelangsungan dan kemajuan perekonomiannya. Dampak – dampak positif perdagangan internasional.

a. Terpenuhinya Kebutuhan Dalam Negeri Yang Tidak Dapat Diproduksi Sendiri. [Menurut Anwar Kurnia]
Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara membuat negara tersebut tidak bisa memenuhi semua kebutuhan rakyatnya. Begitu pula dengan Indonesia, terkadang harus mengimpor suatu barang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Contohnya, Indonesia mengimpor kedelai dari Brasil dan Amerika untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ternyata, melalui perdagangan internasional, kebutuhan dalam negeri suatu negara dapat terpenuhi. (Yudhistira, hal. 148)
b.  Memperoleh Devisa Dari Kegiatan Ekspor Migas dan Nonmigas.[Menurut Anwar Kurnia]
Sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi dan gas alam (migas), Indonesia tentunya mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ekspor migas negara kita memperoleh devisa yang sangat besar. Perolehan devisa ini semakin bertambah karena negara kita juga mengekspor barang – barang  nonmigas, seperti kopi, teh, rotan, hasil kerajinan, dan pakaian jadi. (Yudhistira, hal. 148)
c.    Masuknya Modal Asing Ke Dalam Negeri. [Menurut Anwar Kurnia]
Keterlibatan Indonesia dalam perdagangan internasional membuat investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Penanaman modal ini, sangat menguntungkan Indonesia. Sebab , adanya penanaman modal asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Yudhistira, hal. 148)
d.   Semakin Berkualitasnya Mutu Barang Hasil produksi. [Menurut Anwar Kurnia]
Penerapan teknologi perusahaan-perusahaan di dunia dapat menghasilkan produk-produk bermutu tinggi dan sekaligus pula dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen. (Yudhistira, hal. 149)
e.   Semakin Majunya lembaga Perbankan. [Menurut Anwar Kurnia]
Manfaat lain perdagangan internasional terhadap perekonomian bagi negara di dunia adalah semakin majunya lembaga perbankan. Manfaat itu timbul karena perbedaan alat pembayaran disetiap negara, sehingga mendorong lembaga keuangan bank lebih meningkatkan pelayanan. (Yudhistira, hal. 149)
f.    Mempererat persahabatan antar bangsa. [Menurut Sutarto]
Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan. (Bse, hal. 170)
g.   Menambah Kemakmuran negara. [Menurut Sutarto]
Perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan. Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara. (Bse, hal. 170)
h. Mendorong Kemajuan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. [Menurut Sutarto]
Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing. (Bse, hal. 170) 
Dampak Negatif     
 Adanya perdagangan internasional mempunyai dampak negatif bagi negara yang melakukannya seperti di Indonesia. Dampak negatifnya sebagai berikut.
a. Munculnya TKI illegal[Menurut Anwar Kurnia]
    Para TKI yang bekerja di luar negeri memperoleh pendapatan yang cukup besar. Kondisi inilah yang mendorong penduduk indonesia untuk mendapatkan kekayaan, mereka berbondong-bondong pergi ke luar negeri meskipun dengan cara tidak resmi (ilegal). TKI tidak hanya merugikan dirinya sendiri tapi juga bisa mencoreng nama baik indonesia di mata internasional. (Yudhistira, hal. 149)
b. Bertambahnya Pengangguran[Menurut Anwar Kurnia] 
   Dampak ini sebenarnya merupakan akumulasi dari dampak - dampak sebelumnya karena dari bangkrutnya perusahaan-perusahaan dalam negeri, lapangan kerja menjadi berkurang dan terjadinya PHK. Hal ini semakin menambah jumlah pengangguran di indonesia.(Yudhistira,hal. 150)
c. Perusahaan-perusahaan  indonesia terancam bangkrut. [Menurut Anwar Kurnia] 
    Perdagangan internasional memberikan kesempatan masuknya produk negara lain ke Indonesia. Produk-produk asing tersebut bersaing dengan produk dalam negeri (indonesia) sehingga hanya produk yang berkualitas saja yang laku di pasaran. Hanya sebagian kecil perusahaan dalam negeri yang mampu memproduksi barang dengan kualitas bagus (unggul). Kondisi inilah yang membuat sebagian besar perusahaan dalam negeri tidak mampu bersain dengan perusahaan asing sehingga terancam bangkrut. (Yudhistira, hal. 150)
d. Semakin ketatnya persaingan tenaga kerja. [Menurut Anwar Kurnia] 
   Tenaga ahli asing pun banyak yang masuk ke indonesia sebagai akibat dari adanya perdagangan internasional, hal ini membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. Hanya tenaga jerja yang memiliki keterampilan dan keahlian yang mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri.(Yudhistira, hal. 150)
e. Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain.[Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
f. Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
g. Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)

h. Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju.[Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)

i. Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)

0 komentar: